Jumat, 21 Agustus 2009
Jumat, 31 Juli 2009
Nothing To Loose KKI Samarinda
Event Mendagri XIII dan Mendiknas II tahun 2009 di Bandar Lampung, memberikan berkah buat Pengcab KKI Samarinda. Dengan terpilihnya 2 karatekanya mewakili PP.KKI a.n. Siti Noraminah di Under 21 kelas - 53 Kg dan Abdur Rosid yang mewakili Pengprov FORKI Kaltim di kelas Under 21 - 68 Kg. Semoga hal ini memberikan dampak yang sangat positif bagi tumbuh kembangnya aliran Kushin di Bumi Etam ini. Semoga berkah dan rahmat ini terus berlanjut dengan perjuangan ini memberikan dampak positif bagi kaltim...amin Banzai KKI!!!!Selasa, 16 Juni 2009
Senin, 15 Juni 2009
KEJURCAB FORKI KOTA SAMARINDA

Kejuaran karate tingkat kota Samarinda pada tanggal 13-14 Juni 2009 di Gedung Latihan 1 komplek GOR Sempaja, yang diikuti oleh 7 perguruan dari 9 perguruan yang ada di kota Samarinda. Dimana KKI memperoleh mendali 3 emas 6 perak dan 2 perunggu. Juara - juara 1 di tiap kelas pertandingan hasil Kejurcab kali ini akan dipersiapkan guna menyongsong Kejurda FORKI di Kab. Kutai Barat pada tanggal 3-4 Juni 2009 dan persiapan untuk mewakili FORKI Kaltim dalam Mendagri CUP di Lampung mendatang. Nomor yang benar-benar menarik untuk ditonton adalah saat final antara Rosid dari KKI berhadapan dengan Panji dari Inkai, dengan durasi 4 menit waktu yang pertandingkan , sempat tertinggal 4 - 0 lalu saling kejar mengejar angka hingga tuntas di 10-13... ironis memang, namun pelajaran berharga benar-benar terakomodir disini... semoga hal ini bisa memberikan sebuah pengalaman yang sangat berharga... dengan hasil ini KKI Samarinda berhasil memasukkan 3 atlitnya untuk mewakili Forki Samarinda pada Kejurda Forki di Kab. KUBAR... sebuah prestasi ditengah ketatnya persaingan untuk meraih jatah tiket mengikuti Kejurda tersebut. VINI VIDI VICI....BANZAI KUSHIN RYU!!!!
Selasa, 09 Juni 2009
KENAPA BEGINI...KENAPA BEGITU?!

Pada suatu hari, ada seorang anak bertanya pada ibunya. " Bu, kenapa orang selalu mengatakan harus berkata apa adanya pada orang lain tanpa bertanya terlebih dahulu?" Sambil tersenyum dan mengeryitkan dahi tanda kebingungannya menjawab apa adanya, " karena kejujuran itu perlu nak?" Si anak menyela, " maksud ibu?" " ya karena saat ini kejujuran itu saat ini sangat mahal harganya, nak?" Lalu si anak kembali bertanya, " kalau seandainya mengorbankan orang lain demi sebuah sebuah keinginan yang belum tentu tau seperti apa akibatnya?" lalu kemudian si ibu menjelaskan secara panjang lebar dan meraih pundaknya untuk duduk disisinya dan menjelaskan... " Nak, apa yang kau katakan itu benar adanya... tidak selamanya sebuah keinginan itu harus mengorbankan hati dan alam pikiranmu karena.. orang melihat sebuah keinginan itu adalah sebuah harapan yang belum tentu sesuai dengan kemampuan dirinya...banyak orang berlagak bisa padahal orang tersebut menutupi rasa malunya karena memang tidak bisa, namun apa arti sebuah malu bila rasa kebisaan yang selalu dibuat spontan tentu hasilnya bedakan." Si anak menyela, "ah ibu bicara apa sih, aku nggak ngerti nih?" Si ibu kembali menjelaskan, " Nak... maksud ibu, jangan kau bohongi dirimu hanya sebuah keinginan, kalau keinginanmu itu yang kamu sendiri tidak mampu melakukannya?" Si anak menjawab... 'berarti maksud ibu?" Si ibu kembali tersenyum pada anaknya dan menjawab, " sebagai orang tuamu, ibu tidak bisa memaksakan kehendak ibu untukmu hanya karena sebuah keinginan ibu, tapi kamu sendiri nggak bisa melakukakannya... jadi ibu hanya bisa membimbingmu kemana arah yang kamu tuju dan seorang ibu tentu tidak akan pernah rela melihat anaknya gagal dan ibu juga tidak mau kamu jadi anak yang selalu memaksakan kehendak sendiri dengan mengorbankan waktu yang seharusnya kamu gunakan untuk memahami dirimu sendiri dan belajar tentang segala apa yang telah kamu dapatkan untuk menggali potensi yang sbenarnya kamu miliki?" Si anak mengangguk-angguk seraya berkata.. O maksud ibu saya tidak perlu curang dengan apa yang miliki dengan mengatakan pada orang lain saya bisa begitu padahal saya gak bisa?" Si Ibu seraya tersenyum lirih dan berkata, Ya nak lebih baik kau mengatakan tidak daripada kamu gadaikan nilai kejujuran dan harga dirimu hanya untuk sebuah keinginan yang kamu sendiri belum tentu bisa melakukannya?" si Anak menjawab, Oooo gitu, pantesan sekarang banyak orang yang pintar bu ya?" Si Ibu kaget dan bertanya, Pintar.. pintar apanya?" Si anak menjawab sekenanya, Ya banyak bu, Pintar bohongi, pintar bicara, pintar sok pintar dan pintar cari muka ya?" Heheheheheheh si ibu dan dan anak tertawa simpul
Selasa, 12 Mei 2009
SELEKDA KKI KALTIM
Minggu, 19 April 2009
Seleksi O2SN
Seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, tingkat Kota Samarinda (minggu/19/04/2009) di Gedung Latihan 1 di komplek GOR Sempaja. KKI Cabang Samarinda menurunkan 2 atlitnya, yakni Wahyuddin di kelas +61 Kg putra & M. Syamsu di kelas - 61Kg. Selain itu KKI cabang tidak mampu berbuat banyak, dengan alasan terbentur dengan aturan bahwa untuk tingkat SD (hanya Kata) - SMP (Kata & Kumite). Dan juga banyak yang bersiap diri menghadapi UAN yang akan dilaksanakan pada keesokan harinya. Dengan asumsi memberikan kesempatan untuk menambah jam terbang bagi mereka yang baru, dan tidak mempunyai target apapun. Namun diluar dugaan dikelas + 61 Kg a.n Wahyuddin lolos untuk mengikuti kegiatan O2SN untuk tingkat Propinsi Kalimantan Timur mewakili kota Samarinda. Optimis dan pesimis berbaur jadi 1, dengan bermodalkan nekad... KKI cabang Samarinda coba memberikan kesempatan kepada para anggotanya untuk merasakan sebuah kompetisi yang sesungguhnya kepada mereka yang baru, agar dalam waktu 2-3 tahun mereka benar-benar siap. Dalam arti yang sesungguhnya. Semoga Regenerasi KKI Kaltim Khususnya cabang Samarinda benar-benar menjadi sebuah kenyataan..bahwa keberhasilan tanpa ditunjang dengan latihan tentu sebuah hal mustahil. Latihan tanpa keinginan untuk berprestasi adalah kenyataan yang mustahil.... Semoga dengan adanya spirit di O2SN ini akan memberikan dampak positif bagi Cabang, dalam mempersiapkan karatenya ke Kejurda FORKI pertengahan bulan MEI mendatang guna menuju event Piala Mendagri. Bravo KKI...
Langganan:
Postingan (Atom)

